Beranjak dari ruang benderang, lalui waktu tanpa batas, meski bersekat...
Merobohkan tanpa menjatuhkan...
Memuliakan tanpa memuji...
Showing posts with label Merah. Show all posts
Showing posts with label Merah. Show all posts

24 February 2022

Lagi-lagi Muak

Lagi-lagi sejarah berulang, bung. Misi tuntas, ya, buat misi lagi. Bukan malah terjebak pada ruang kekuasaan.

Rasanya bosan! Itu saja dan tidak ada perkembangan. Beruntung, menulis menjadi penolong untuk tetap produktif.

Menulis jalan menuju-Nya. Sangat tenang bagi jiwa-jiwa yang rapuh seperti saya.

"Berhentilah bertarung untuk hal yang gak penting! Kendalikan."

12 December 2020

Jangan Terbalik Menafsirkan

Saat jadi seorang pendidik, bisa jadi itu bukan saya. Tapi sudah 12 tahun lebih, apa benar itu saya! Jelas bukan.

Kebetulan saja! Mungkin. 

Tapi, bertemu dengan mereka yang mau belajar itu sudah sangat menyenangkan. Berlatih bersama, berbagi pengetahuan. Bukan mereka yang mendapatkan ilmu, tapi saya yang mendapatkan ilmu dari mereka. Itu yang membuat betah.

Mereka murid, mereka mahasiswa, mereka pula yang membagi ilmu kepada saya. Bukan sebaliknya!

Jika kebetulan dalam suatu kompetisi mereka juara. Itu karena kemampuan mereka, bukan karena saya. 

Jika kebetulan riset mereka juara nasional. Itu juga karena do'a orang tua mereka, bukan dari saya.

Suatu kebetulan saja, saya di dunia pendidikan. Dan, saya ingin dengan mereka. Bukan kalian!


04 December 2020

Saya bukan Pemberontak! Jadi tenang saja

Mereka ketakutan ketika seragam aku kenakan

Mereka pikir aku membalas


Tapi tenang, itu tidak akan aku lakukan

Tenang saja, seragam itu sudah aku lepas


Hidup bukan perkara jabatan atau uang saja

Itu tidak menarik bung! ingat itu


Entah, apakah ini yang terbaik?

Tapi dunia tulis-menulis sudah cukup bagiku


Cukup untuk memberikan kebahagiaan bagi mereka

Cukup sebagai obat penenang alami


Jangan libatkan saya lagi

Karena saya penulis, bukan pemberontak atau pembual seperti kalian

Tekuni Dunia Tulis Menulis

Label tidak selamanya akan menyenangkan

Terlalu banyak politikus-politikus dadakan

Berbicara tanpa dasar

Tapi itu yang laku bung! Aneh...


Menulislah, engkau akan menemukan kebebasan

Asah skill, tuangkan secangkir kopi

Buang peluh pikir

Semai dengan dunia baru yang penuh warna


Identitas formalitas memang perlu

Aku tahu, Anda telah berjuang sebaik-baiknya

Tapi semua berbanding terbaik


Tentu tidak!

Itu semua hanya amal, anggap itu buih, dan lupakan

Jalani kejujuran, hindari kebusukan mereka! itu saja pesannya

19 November 2020

Pernah juga Jadi Pejabat, Itu Bukan Saya!


Punya pangkat, punya kuasa, dan bisa mengatur

Disegani, dihormati, dan mereka tunduk

Namun ada juga yang takut secara tiba-tiba

Jelas itu lawan! Jumawa lalu terdiam


Pejabat bisanya cuma mengatur

Pejabat yang dinginkan rakyat tunduk

Pejabat munculnya tiba-tiba

Sidak dan semua terdiam



24 July 2020

Pilihan Berdamai dengan Hati


Terlalu banyak suara sumbang ketika keputusan sudah bulat. Menjadi pejabat teras bukan jalan ku kawan. Jadi sama sekali aku tidak tertarik mendududukinya.

Jadi metodenya pun akan berubah. Tidak serta merta menikmati harta dan tahta itu menyenangkan. Terlalu banyak peristiwa yang tidak asik, flat, dan kurang garam.

Di usia tertentu, terkadang berdamai itu penting. Bukan kalah tapi ngalah. Bukan menyerang tapi bertahan. Bukan lagi bertarung tapi beradaptasi.
 

17 April 2020

Bukan Kultural dan Struktural


Dari dulu yang berasal dari struktural lebih dihormati. Dipuja-puja dan tunduk pada sabda. Namun, tidak bertaji lagi setelah masanya berakhir.

Berbeda hal nya dengan di Galileo. Semua terbalik, wilayah kultural lah yang paling berperan. Jadi tidak heran semua hal bisa diselesaikan di ruang duduk dengan keakraban tingkat dewa.

Apakah struktural penting? iya, untuk menunjukkan eksistensi sebuah organisasi. Bukan eksistensi tujuan dari organisasi, karena tujuan hanya lah milik kepentingan umum.

Kolaborasi di antara keduanya selalu menjadi percikan issue. Tidak ada kekuatan penuh lagi, yang ada hanya sistem kemerdekaan bagi anggotanya.

Yang lapar biarkan sampai pengurus PB. Yang kenyang biarkan sampai kesadaran berbaginya tumbuh. Dan yang tersulit adalah, tidak lapar dan tidak kenyang. Karena pasti akan jalan di tempat. Atau, bahkan mati selamanya.


05 April 2020

Sebel Iklan

Terkadang beberapa orang masih menanyakan; "Iklannya kok banyak?" Wajar jika itu ditanyakan, karena banyak yang tidak mengetahui seberapa penting iklan bagi para blogger.

Sebenarnya tidak banyak yang dihasilkan dari Anda ketika mengklik iklan. Dan, Anda juga tidak dirugikan karena sudah mengarahkan kursor ke iklan yang ada di blog.

Begini saya coba jelaskan!

Ketika Anda mengklik iklan, sebenarnya tidak banyak yang dihasilkan oleh seorang blogger, karena sejatinya itu hanya sepersekian dolar dari satu klik yang kemudian masuk ke adsense. Dan, informasi yang dipikirkan oleh seorang blogger, kemudian informasi itu diposting, harganya jauh bernilai lebih dari apa yang sudah Anda klik.

Mungkin Anda lupa, ketika menonton televisi, terkadang Anda membiarkan iklan itu berjalan sendiri. Dan, berapa banyak yang dihasilkan dari sebuah iklan televisi. Anda bisa cek sendiri berapa pendapatan dari iklan di televisi, bisa dicari di google.
Dari situ mungkin Anda akan mengetahui betapa wow nya sebuah iklan. Tapi, yang harus Anda ketahui bahwa blog-blog yang saya buat beberapa memang ada iklannya, dan bukan semata untuk mencari dolar. Lebih dari itu, untuk mengembangkan informasi agar lebih mudah sekaligus mengenal teknologi lebih dalam.

Dan, yang sangat penting adalah bisa mengembangkan passion saya dalam menulis. Sesederhana itu. Tapi jika kemudian Anda klik iklan yang ada diblog ini, maka saya ucapkan terima kasih, dan mohon maaf jika Anda masih menganggap bahwa itu gangguan.

Semoga bermanfaat.     


30 March 2020

Bumi Memulihkan Dirinya Sendiri


Tidak sedikit orang yang berjuang atas nama lingkungan. Mereka mendedikasikan hidupnya dengan  sepenuh hati untuk hutan yang hijau, laut yang bersih, sungai yang indah, dan langit yang membiru.

Beragam cara mereka lakukan. Segala kemampuan dan daya mereka kobarkan. Seperti mendengar rintihan bumi yang secara terus-menerus menangis. Dan, api 'lawan' berdendang.

Kini, bumi memulihkan dirinya sendiri. Hampir kendaraan di kota-kota besar dunia bersembunyi di balik tirai garasi tuannya. Mesin-mesin berasap gelap tertidur nyenyak. Sunyi!

Ada jarak untuk mengenal bumi lebih baik. Cara bijak harus ditempuh, setelah pandemi berakhir. Meskipun ini hanya angan, tapi yakinlah suatu saat akan terjadi. Selamat berjuang kawan.

14 February 2020

Pendidikan Itu,

Bersih dan tulus bagi mereka.
Menuju masa depan seperti yang mereka katakan.
Dunia lebih baik bagi mereka.
Peradaban setinggi-tingginya tidak berbatas.

Itu, kata mereka.

Bagiku pendidikan adalah "," koma.
Berkelanjutan tanpa batas.
Mengenal tanpa bersua.
Berdoa tanpa meminta.

03 November 2019

Masa bodoh

Semua yang berasal dari prasangka bisa hilang dengan dengan Masa Bodoh. Bahasa gaulnya, wes embuh.

Namun, itu bukan berarti Anda tidak peduli. Melainkan Anda mencoba fokus pada hal-hal penting yang bisa membahagiakan Anda.

Seperti di dunia yang penuh rutinitas yang menjenuhkan dan sesak dengan intrik. Tentu masa bodoh menjadi panduan asik untuk di jalankan.


21 April 2018

Sejarah Kelam Tidak Selamanya

Ini hanya masa seperti masa sebelumnya. Perlawanan yang sama. Cara yang sama. Semua juga akan berakhir dengan hasil yang sama.

Hitam akan menjadi hitam, demikian dengan putih. Merasa hitam dan merasa putih itu hanya persepsi. Tidak ada gunanya lagi.

Progres, inovatif, dan kreatif yang ditunjang dengan nilai-nilai agama, budaya dan kebangsaan akan membawa segalanya lebih damai. Semua yang terjadi anggap hari ini adalah bagian dari sejarah kelam manusia, dan itu tidak abadi.

03 October 2017

Ruang Buntu

Tiga puluh senti dari kaca depan. Kaca yang tak memantul. Kaca tembus berisi lalu lalang manusia setengah iblis.

Hanya suara musik. Nada tak bertuan. Dengan udara perusak sumsum tulang belakang.

22 April 2017

Lepas

Melihat dan diam
Tahu dan diam
Berhenti

Jalan dan jalan
Terus berjalan
Bergerak

Perbatasan antara belahan nurani
Progretifitas dan pragmatis beriringan
Diam atau bergerak

10 December 2016

Tanda-Tanda Apa Gerangan

Sejuk sekali pagi ini. Angin menari-nari. Cahaya lembut tersaring awan. Apa ini tanda???

Pernah aku temui air laut yang begitu sunyi, tanpa riak ombak. Perahu melibas tenangnya air dengan ketakutan. Begitu tenangnya. Apa ini juga tanda??

Pernah pemimpin begitu congkaknya. Mengganggap hina yang lain. Sayang sekali, semua terbalik. Sungguh kasihan hidupnya. Apa ini tandakah?

Aku tidak lagi berpikir garis. Aku juga tidak berjalan atas titik balik. Aku tidak mencari lagi. Aku hidup begitu damai. Apa ini??

Tanda apakah gerangan. Pertanyaan yang tidak perlu ditanyakan. Masuk kedalam, terus kedalam sampai masuk pada ruang hampa. Apa??? jawabmu.

Ada Yang Tanya - "Aku Jawab"

Itu ada apa di lapangan, kok rame-rame?! "Aku jawab" saja, pancen goblok awakmu iku.

08 December 2016

Semua Ada Waktunya

Mungkin sudah waktunya arah berkembang selaras dengan cara berjalan. Mengukir tinta-tinta yang ada di kepala dengan cara tidak biasa. Mencoba bersahabat dengan keadaan.

Ada waktunya kita bergerak dengan percepatan yang melampaui kecepatan cahaya, atau seperti sekarang diam adalah pilihan yang tepat.

20 November 2016

Sampah tempatnya di tempat sampah

Sampah non-organik tetap saja sampah
Demikian juga dengan sampah organik
Dan juga otak sampah....

17 November 2016

Badut-Badut Berbatik

Belajar membaca badut berbatik
Apa yang perlu dipelajari
ada?
"Pelajaran tidak berotak kah"

Jalanan tempat terbaik belajar
Jalanan pikir dalam riuh adalah ketenangan
Bukan baju corak isi kebenaran
Ataupun raut palsu para badut

29 October 2016

Masih Ada Harapan

Wajah-wajah dibalik rongga kotoran
Penuh intrik dan busuk
Riuh sesak milik mereka
Bukan milikku

Berada diantaranya
Aku bertameng
Aku tak peduli
Karena masih ada harapan