Beranjak dari ruang benderang, lalui waktu tanpa batas, meski bersekat...
Merobohkan tanpa menjatuhkan...
Memuliakan tanpa memuji...

15 September 2011

Daun Jatuh

Berbaju hitam putih ala catur pada tempat pemujaan. Pohon tegak ditengah rimbun sahaja. Berparas selimut coklat pelindung. Akar tak nampak. Tertutup tanah gersang Nusantara. Mikroba menjalar kedalam tanah, menjauhi musim kemarau ini. Didekatmu semilir angin nan lembut. Kipas hijau daun bercampur kicau burung. Damai begitu damai. Daun jatuh tidak hanya berwarna coklat, yang muda pun terdampar pada gundukan tanah ini. Seperti manusia akan mati saat tua, dan yang muda pun bisa mati. Namun apakah daun itu menjadi pupuk ataukah daun akan dibakar dan tidak bermanfaat.

04 September 2011

Rimba Tepi Kota

Luntur jiwa kelam dalam belaian ibu pertiwi. Menentang arus belantara nusantara hijau. Meniti setiap masa menuju akhir dunia. Manusia makhuk tak berbentuk. Senja kota menggiring dimensi retorika. Televisi menawarkan berjuta kebodohan. Rakyat bangunlah, bergegaslah menuju keadilan. Tepian kota menanti jawab. Hukum rimba telah datang. Tanpa Moral mereka para pen-serakah. Murka rakyat Murka Tuhan...

27 August 2011

Retak Lingkaran Hitam

Seloroh tubuh meredam gejolak. Angin hitam mendegradasi kecerdasan mereka. Tanpa kerja keras mereka begitu menikmati masa muda. Tanpa merasa menanam aku akan tenang. Kepribadian yang dirampah kemalasan membunuh jiwa muda mereka. Seakan menang otak kampungan para pelajar. Sejenak aku menghela nafas karena semua ini adalah proses. Jauh lebih kejam dunia pendidikan yang sebenarnya. Hedonisme pergilah. Kapitalisme pergilah. Ini sumsum muda, jangan kau sakiti degan kesenangan palsu. Langkah semakin saja terasa berat. Lingkaran hitam selalu ada disetiap tempat. Semakin lelah, dan digerus oleh jiwa-jiwa muda pemalas.

16 August 2011

Krisis Pemuda

Pemuda membangun bangsa dengan darah. Pemuda yang membuat merdeka negeri ini. Pemuda yang menghancurkan penjajah dari Nusantara. Pemuda yang merevolusi dan mereformasi Indonesia.

Tangkup harapan selaras panjang pekik para pemuda. Teriak tajam bunuh korupsi di tangan pemuda. Pemuda tiang negara yang kokoh. Sejarah pernah mencatat kehebatan para pemuda.

Krisis pemuda di depan mata. Kasus Gayus, kasus Nazaruddin mencoreng nama pemuda. Roh pemuda harus kembali fitrah. Merdeka negaraku, merdeka bangsaku, merdeka kaum pemuda.