Beranjak dari ruang benderang, lalui waktu tanpa batas, meski bersekat...
Merobohkan tanpa menjatuhkan...
Memuliakan tanpa memuji...

27 September 2010

CUACA EKSTRIM ADALAH KAMBING HITAM

Gagalnya panen para petani menjadi buah bibir yang tiada hentinya. Banjir, cuaca, dan alam menjadi kambing hitam bagi kegagalan produksi. Petani merana, pejabat tertawa, akademisi linglung, itulah yang terjadi saat ini.

Kesejahteraan dan keadilan terasa jauh dan hanya berada di awan-awan. Sejarah menjadi penghafal saja, masa lampau berlalu tanpa arti. Tonggak kesuburan hancur lebur akibat kerakusan manusia.

Jangan salahkan cuaca, cuaca tidak salah. Jangan kebiri masyarakat dengan kabar palsu. Atau celoteh yang hanya menghasilkan uang saja.

Keseimbangan ekosistem, keragaman, dan gotong-royong terkikis oleh keserakahan kaum penjilat, pejabat, bangsawan yang sampai saat ini hanya menggemborkan tahta. Kita sudah bosan dengan slogan palsu, sampai-sampai kaum independen kau seret dalam liang kuburmu.

Belajar dari cuaca, dan kembali pada penghitungan kalender insting petani.

No comments:

Post a Comment